Kamis, 17 September 2026

SMKN 1 Pakisjaya Gelar Pembiasaan Kerohanian, Tanamkan Nilai Birrul Walidain

PAKISJAYA – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berbakti kepada orang tua, SMKN 1 Pakisjaya menyelenggarakan kegiatan Pembiasaan Kerohanian di lapangan sekolah. Jumat (18/9/2026).

Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, serta staf kependidikan dengan penuh khidmat.

Pada kesempatan kali ini, pembiasaan kerohanian diisi dengan penyampaian materi materi Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) yang disampaikan langsung oleh Hj. Tarwinah, S.Pd.I.

Dalam tausiahnya, Hj. Tarwinah menekankan betapa pentingnya kedudukan orang tua dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa rida Allah SWT sangat bergantung pada rida kedua orang tua.

Di hadapan ratusan siswa yang duduk tertib mengenakan seragam sekolah, ia mengajak seluruh peserta didik untuk selalu menghormati, menyayangi, dan mendoakan orang tua mereka, baik yang masih ada maupun yang sudah tiada.

"Kesuksesan seorang anak, baik dalam menuntut ilmu maupun dalam kehidupan masa depan, tidak lepas dari doa dan rida orang tua. Oleh karena itu, jadikan berbakti kepada orang tua sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Hj. Tarwinah dalam penyampaian materinya.

Para siswa terlihat menyimak dengan saksama dan meresapi setiap untaian nasihat yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, pihak SMKN 1 Pakisjaya berharap nilai-nilai karakter kepribadian yang luhur dapat tertanam kuat dalam diri siswa, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan kejuruan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan pembiasaan kerohanian ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kelancaran proses belajar mengajar di lingkungan SMKN 1 Pakisjaya. (Tim Hubinmas)

Aksi WCD 2026 SMKN 1 Pakisjaya Kumpulkan 10 Karung Sampah

PAKISJAYA – Sebanyak 798 warga sekolah yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik SMKN 1 Pakisjaya menggelar aksi nyata peduli lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026. Jumat (18/9/2026).

Kegiatan gotong royong berskala besar ini berhasil mengumpulkan total 10 karung sampah organik dan non-organik dari seluruh lingkungan sekolah dan area sekitarnya.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung bagi para siswa dalam memilah sampah guna mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Kepala SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T menyampaikan bahwa antusiasme seluruh warga sekolah sangat tinggi terlihat dari partisipasi aktif dari ratusan siswa dan guru ini menunjukkan kuatnya komitmen sekolah terhadap kelestarian alam dan kebersihan lingkungan belajar.

Selaras dengan Pendidikan Pancawaluya

Aksi WCD 2026 di SMKN 1 Pakisjaya ini memiliki nilai strategis karena terintegrasi langsung dan selaras dengan Program Pendidikan Pancawaluya.

Program ini menekankan pada pembentukan karakter siswa yang berakar pada nilai-nilai luhur, kemandirian, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

Melalui aksi nyata ini, para peserta didik tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keharmonisan sosial.

Pihak sekolah berharap momentum WCD 2026 ini dapat menumbuhkan kebiasaan membuang dan memilah sampah yang benar, serta menjadi gaya hidup yang terus berlanjut bagi seluruh warga SMKN 1 Pakisjaya ke depannya. (Tim Hubinmas)

Wujudkan Karakter Pancawaluya, SMKN 1 Pakisjaya Gelar Aksi Nyata di World Cleanup Day 2026

PAKISJAYA - Keluarga besar SMK Negeri 1 Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Jumat (18/9/2026).

Aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitarnya ini diintegrasikan langsung dengan visi Pendidikan Karakter Pancawaluya yang diusung oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H. 

Kepala SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T. menegaskan bahwa momentum World Cleanup Day bukan sekadar ritual seremonial membersihkan sampah.

Lebih dari itu, lanjut Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T. kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur kearifan lokal Jawa Barat kepada para siswa.

"Aksi hari ini adalah implementasi konkret dari program Pendidikan Karakter Pancawaluya yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Jabar, H. Dedi Mulyadi. Melalui gerakan pungut dan pilah sampah ini, kita sedang mengasah lima dimensi karakter utama siswa, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter tur Singer," ujarnya.

Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T. menguraikan keterkaitan erat antara aksi lingkungan ini dengan filosofi Pancawaluya yang digagas oleh Gubernur Jabar, H. Dedi Mulyadi, S.H.

Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan siswa yang Cageur (sehat jasmani dan rohani). Kepedulian terhadap bumi mencerminkan pribadi yang Bageur (berperilaku baik/pemberi manfaat) dan Bener (berjalan di atas nilai kebenaran terhadap sesama makhluk).

"Selain itu, memilah sampah dan mengelolanya membutuhkan kreativitas. Di sinilah siswa dituntut untuk Pinter (cerdas mengolah ide) sekaligus Singer (mahir, mawas diri, dan cekatan dalam bertindak). Kita ingin lulusan SMKN 1 Pakisjaya tidak hanya unggul secara kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis yang tinggi," kata Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa, guru, dan staf tata usaha ini menyisir area kelas, halaman sekolah, hingga saluran air di sekitar lingkungan sekolah.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan kategori organik dan anorganik untuk ditindaklanjuti secara bijak.

Melalui sinergi antara semangat global World Cleanup Day dan muatan lokal Pancawaluya, SMKN 1 Pakisjaya berharap gerakan menjaga kebersihan ini dapat menjadi kebiasaan sehari-hari yang melekat dalam sanubari seluruh warga sekolah demi mewujudkan Jawa Barat yang bersih, hijau, dan berkarakter. (Tim Hubinmas)

Selasa, 15 September 2026

Siswa XI TKJ 1 SMKN 1 Pakisjaya Gelar Aksi Bersih Lingkungan Kelas

PAKISJAYA – Dalam rangka menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar, siswa-siswi Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 1 SMKN 1 Pakisjaya melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan area kelas mereka pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini dipandu dan diawasi langsung oleh wali kelas sekaligus guru pembimbing mereka, Achmad Gozaly, S.Pd.

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, para siswa berbagi tugas untuk membersihkan setiap sudut area kelas.

Beberapa siswa tampak menyapu teras sekolah, mencabuti rumput liar di sekitar taman kelas, hingga mengumpulkan sampah untuk dibuang ke tempat pembuangan yang semestinya.

Sementara itu, siswi lainnya bergotong-royong membersihkan bagian dalam kelas agar suasana belajar mengajar menjadi lebih kondusif.

Achmad Gozaly, S.Pd., yang mendampingi langsung jalannya kegiatan, memberikan apresiasi atas kekompakan yang ditunjukkan oleh anak didiknya.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan kebersihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, yang nantinya akan mendukung efektivitas proses belajar di sekolah.

Kegiatan kerja bakti ini berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui aksi nyata ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dapat terus tertanam dalam diri siswa-siswi SMKN 1 Pakisjaya, khususnya kelas XI TKJ 1, demi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan nyaman. (Tim Hubinmas)

SMKN 1 Pakisjaya Kirim Dua Tim Terbaik dalam Ajang OESN 2026

PAKISJAYA – Dua tim perwakilan dari SMKN 1 Pakisjaya resmi berkompetisi dalam ajang bergengsi Lomba Olimpiade Ekonomi Syariah Tingkat Nasional (OESN) Tahun 2026 yang digelar secara daring pada Rabu, 16 September 2026.

Sekolah mengirimkan kombinasi skuad terbaik yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Tim 1 yang beranggotakan siswa Kelas X dan Tim 2 yang beranggotakan siswa Kelas XI.

Keikutsertaan ini menjadi bukti komitmen SMKN 1 Pakisjaya dalam mencetak generasi muda yang melek literasi keuangan dan ekonomi berbasis syariah di tingkat nasional.

Kepala SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma, S.Pd., S.ST., M.T. menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas semangat para anak didiknya.

"Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kerja keras para siswa dari Kelas X dan XI yang berani mengambil tantangan di tingkat nasional. Keikutsertaan dalam OESN ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan proses membentuk mentalitas unggul dan memperluas wawasan ekonomi syariah yang sangat relevan di era modern saat ini," ujar Sudarma.

Selama persiapan hingga pelaksanaan lomba, para peserta didik dipandu langsung oleh pembimbing yang kompeten, Tarwinah, S.Pd.I, Gr.

Di bawah arahannya, kedua tim telah menjalani pembekalan materi yang intensif agar mampu bersaing ketat dengan sekolah-sekolah lainnya dari seluruh Indonesia.

Meskipun kompetisi dilaksanakan secara daring, semangat para siswa tetap membara. Pihak sekolah berharap ajang OESN 2026 ini dapat menjadi wadah bagi siswa kelas X dan XI untuk mengukir prestasi sekaligus membawa pulang piala kemenangan bagi SMKN 1 Pakisjaya. (Tim Hubinmas)

SMKN 1 Pakisjaya Tempah Kemandirian dan Persaudaraan Taruna Melalui Pembiasaan Kepramukaan

PAKISJAYA – Nilai-nilai kemandirian dan ikatan persaudaraan yang kuat kini tengah diuji dan ditanamkan secara mendalam kepada para taruna-taruni SMKN 1 Pakisjaya.

Melalui kegiatan Pembiasaan Kepramukaan, seluruh siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti pengarahan intensif guna membentuk karakter yang tangguh, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan pembiasaan yang berlangsung khidmat di bawah terik matahari pagi ini dipandu langsung oleh Acih Winengsih, S.Kom.

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya filosofi kepramukaan sebagai fondasi dasar bagi para taruna dalam menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia kerja maupun di kehidupan bermasyarakat.

"Pramuka bukan sekadar latihan fisik atau baris-berbaris, melainkan sebuah ujian nyata bagi filosofi kemandirian kalian. Di sini, kalian diajarkan untuk berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap menjaga ikatan persaudaraan yang kuat demi mencapai tujuan bersama," ujar Acih Winengsih.

Suasana di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ratusan taruna dengan seragam pramuka lengkap tampak duduk bersila memenuhi area lapangan, menyimak setiap poin penting yang disampaikan.

Melalui pembiasaan rutin seperti ini, SMKN 1 Pakisjaya berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki mental kepanduan yang berasaskan Dasadharma. (Tim Hubinmas)

Senin, 14 September 2026

Aktivitas Belajar Kelas Industri TJKT SMKN 1 Pakisjaya-VTNet

PAKISJAYA – Kejuruan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMKN 1 Pakisjaya menggelar aktivitas belajar Kelas Industri yang berkolaborasi langsung dengan perusahaan provider internet VTNet. Selasa (15/9/2026)

Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer sekolah ini dibimbing langsung oleh Guru Produktif TJKT, Ahmad Sopian, S.Kom serta dihadiri oleh puluhan siswa yang antusias menyerap ilmu standar industri.

Program Kelas Industri ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di sekolah dengan kebutuhan riil di dunia kerja.

Dalam sesi kali ini, para siswa mendapatkan materi eksklusif mengenai manajemen jaringan modern, instalasi infrastruktur internet, hingga penanganan gangguan pada jaringan.

Ahmad Sopian, S.Kom. selaku guru pembimbing menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis sekolah untuk mencetak lulusan yang siap kerja.

"Melalui Kelas Industri bersama VTNet, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung berinteraksi dengan perangkat standar vendor dan SOP yang berlaku di dunia kerja nyata. Kami ingin memastikan lulusan TJKT SMKN 1 Pakisjaya memiliki daya saing yang tinggi," ujarnya di sela-sela memandu praktik siswa.

Peserta didik diharapkan dapat secara konsisten mendalami kehalian ini hingga lulusan SMKN 1 Pakisjaya mampu bersaing dalam dunia industri telekomunikasi. (Tim Hubinmas)